Dalam biologi, kita diajari tentang fungsi biologis tubuh kita. Kita tahu dengan reaksi-reaksi kimianya, tubuh kita bisa memecah komponen dalam makanan menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Sistem pencernaan kita bisa memecah substrat dalam makanan menjadi semakin berguna buat tubuh kita, misalnya untuk energi kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari kita. Tetapi, tahukah anda bahwa ada jam dalam tubuh kita? Tentu bukan jam seperti yang kita tahu di dunia nyata. Tetapi jam ini sangat berguna untuk tubuh kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari kita. Jam ini disebut “Jam Tubuh”.
JAM TUBUH ADALAH GUGUS KECIL SEL OTAK yang mengendalikan pengaturan waktu berbagai fungsi biologis, seperti kapan kita biasanya makan dan kapan kita biasanya tidur. Jam tubuh dirancang untuk berfungsi di dalam ritme yang tetap, yaitu terang dan gelap; jika terang dan gelap muncul di waktu yang salah seperti ketika seseorang terbang melintasi beberapa zona waktu, jam tubuh menjadi tidak sinkron. Jam tubuh juga berperan memberikan “sinyal” ke lambung kita bahwa kita lapar dan harus makan pada jam tertentu dalam dunia nyata. Sehingga kita bakal merasa lapar apabila kita tidak makan pada waktu yang seharusnya kita makan. Kita juga bakal mengantuk ketika kita tidak tidur pada waktu yang seharusnya kita tidur.
Sekarang sudah jelas bukan, kenapa ketika pertama kali kita berpuasa, kita bakal merasakan lapar yang belum pernah kita rasakan sebelumnya. Itu dikarenakan jam tubuh kita masih belum pernah “men-setting” tubuh kita untuk bisa bertahan dalam puasa. Ketika kita sudah sering melakukannya, maka tubuh kita bakal terbiasa dan “memasukkan” jadwal puasa kita dalam gugus kecil sel otak ini. Kita pun jadi tidak lapar, dan kita tetap bisa melakukan aktivitas kita seperti semestinya.
SHARE!!!